Laman

Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Juni 2010

Jika Ingin Panjang Umur, Ikuti Gaya Hidup Sehat


Berhenti merokok. Penelitian yang dilakukan Nashville's Vanderbilt University terhadap enam responden menunjukkan bahwa berhenti merokok dalam satu minggu meningkatkan kadar HDL sampai 15 mg%.

Olahraga teratur. Penelitian yang dilakukan di Georgetown University terhadap 3.000 pria menunjukkan, lari 10 kilometer selama seminggu (dilakukan empat kali seminggu, masing-masing 30 menit) atau aktivitas lain dapat membakar 1.200-1.600 kalori.

Konsumsi antioksidan untuk mengurangi kolesterol jahat dan meningkatkan HDL. Buah-buahan dan sayuran diketahui kaya dengan vitamin A, C, dan E. Berdasarkan penelitian di University of Western Ontario, minum tiga gelas jeruk sehari dapat meningkatkan HDL sampai 21 mg% dalam waktu empat minggu. Vitamin C, E, beta karoten, B5, kromium, tembaga, dan likopen termasuk makanan kaya serat yang dapat menurunkan LDL.

Bawang putih yang mengandung vitamin A, B, dan C, serta mineral kalsium, zat besi, potasium, selenium, karoten, dan banyak unsur lain seperti allicin, fitosterol, dan belerang baik untuk menurunkan kolesterol. Bawang putih dapat mengurangi kemungkinan terjadinya penumpukan gumpalan darah.

Hasil penelitian menunjukkan, daun teh hijau yang mengandung senyawa polifenol dapat membantu mencegah terbentuknya tumor, mengurangi kadar kolesterol, konsentrasi trigliserida darah, serta meningkatkan HDL. Ikan laut sebagai sumber mineral selenium akan berfungsi pula sebagai antioksidan jika dibarengi dengan konsumsi vitamin E. Ikan laut juga kaya dengan asam lemak tak jenuh omega-3 yang terbukti menurunkan LDL.

Batasi asupan kolesterol makanan yang kurang dari 300 mg per hari. Caranya, konsumsi makanan yang kaya dengan lemak tak jenuh tunggal, seperti minyak zaitun, minyak kacang tanah, dan minyak wijen. Lemak ini kaya dengan asam lemak oleat (omega 9) yang dapat menurunkan kadar LDL tanpa mempengaruhi HDL-nya. Penelitian sebelumnya menganjurkan diet lemak dengan cara mengganti lemak jenuh dengan tak jenuh jamak, seperti yang terdapat dalam minyak kedelai, jagung, biji bunga matahari, dan minyak ikan. Lemak tak jenuh jamak kaya dengan asam lemak linoleat (omega 6). Namun, konsumsi berlebihan justru malah menaikkan LDL. Selain itu, lemak tak jenuh jamak seperti pada kedelai, juga mengandung asam lemak linolenat (omega 3), namun asam lemak ini juga menurunkan kadar HDL.


Jadi bagus tidaknya kolesterol darah Anda, sangat tergantung bagaimana Anda mengendalikannya. Ingin panjang umur? Kendalikanlah kolesterol Anda. (www.info-sehat.com)

Selasa, 08 Juni 2010

Hasil Penelitian Tentang Konsumsi Kopi dan Kafein

Dari hasil review literatur, asosiasi antara konsumsi kopi dan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskuler umumnya hilang setelah dilakukan adjustment terhadap (1) faktor risiko penyakit jantung koroner konvensional dan (2) korelasi kuat konsumsi kopi dengan kebiasaan hidup tak sehat. Bahkan beberapa studi menunjukkan adanya efek proteksi dari konsumsi kopi terhadap penyakit jantung koroner pada penderita Diabetes Melitus.  

Penelitian di Finlandia menunjukkan hasil asosiasi terbalik bertingkat antara minum kopi dengan risiko DM tipe 2, namun mekanisme/landasan teori dari penurunan risiko ini belumlah jelas (Tuomilehto dkk, 2004).

Werner dan Bohm (2006), merujuk pada penelitain kohort prospektif dari Lopez-Garcia (2006), menyebutkan tidak terdapat asosiasi antara konsumsi kopi dengan peningkatan risiko fatal dan non fatal infark miokardiak. Dari penelitian ini juga menunjukkan tidak adanya korelasi antara konsumsi kopi dengan insiden DM. Penelitian ini juga tidak mengkonfirmasi adanya asosiasi antara konsumsi kopi dengan hipertensi arteri. Hal ini dikuatkan oleh hasil penelitian Winkelmayer dkk (2005) yang tidak menemukan adanya asosiasi linier antara konsumsi kafein dan insiden hipertensi. Kebiasaan mengkonsumsi kopi tidak berasosiasi dengan peningkatan risiko hipertensi, hal ini kontras dengan konsumsi minuman kola biasa atau minuman kola diet yang berasosiasi dengan hipertensi.

Berbagai penelitian kasus kontrol menunjukkan konsumsi kopi yang meningkat berasosiasi dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskuler. Penelitian meta-analisis dari kumpulan studi kasus kontrol menunjukkan 60% peningkatan risiko penyakit jantung koroner (PJK) bagi peminum kopi 5 cangkir sehari. Namun, sebagian besar penelitian kohort prospektif tidak menemukan adanya penjelasan korelasi antara konsumsi kopi dengan PJK. Hal ini berhubungan dengan minimnya penelitian tentang efek akut kafein dan hilangnya follow up konsumsi kopi dalam suatu penelitian jangka panjang.

Minimnya penelitian jangka panjang ini diakhiri dengan hasil penelitian Lopez-Garcia dkk yang menunjukkan konsumsi kopi, baik akut maupun kronik, tidak berasosiasi dengan peningkatan risiko jantung koroner.

Sumber: www.kalbenutritionals.com

Sekilas Tentang Kopi dan Kafein


Efektor utama yang terkandung dalam kopi adalah kafein. Kafein memberikan efek antagonis terhadap reseptor adenosin, meningkatkan tekanan darah dan homosistein, menstimulasi oksidasi lemak dan pelepasan asam lemak bebas, serta menurunkan sensitivitas insulin.

Di lain pihak, selain mengandung kafein, kopi juga mengandung berbagai komponen lain, seperti antioksidan, kalium, niasin, magnesium dan fitokemikal lainnya yang sebaliknya, memberi efek proteksi terhadap sistem kardiovaskuler.

Berbagai studi menunjukkan kandungan kafein sebanyak 200 mg (280 gram atau 10 ounces kopi) secara signifikan memperbaiki kemampuan untuk berkonsentrasi, terutama apabila sedang mengantuk, namun kandungan kafein yang berlebihan tidak memberikan hasil yang lebih baik. Dosis tunggal kafein sebanyak 500 mg menunjukkan perburukan kemampuan berpikir sebagian besar individu. Kafein umumnya relatif tidak berbahaya jika digunakan secara sedang (2 cangkir sehari), namun dengan dosis yang lebih tinggi, kafein dapat menyebabkan gejala-gejala anxietas (gelisah), seperti berkeringat, tegang dan tidak mampu berkonsentrasi. Dosis tinggi kafein juga dapat memicu hilangnya kepadatan tulang pada wanita paruh baya dan memicu timbulnya rasa nyeri pada wanita paruh baya dengan kelainan fibrokistik jinak payudara.

Reaksi setiap individu terhadap kafein berbeda-beda tergantung kebiasaan harian dalam mengkonsumsi kopi. Pada peminum kopi reguler, tidak minum kopi dapat menimbulkan sakit kepala, fatig, perburukan kemampuan mental dan mood. Apabila kopi dikonsumsi lagi, maka gejala-gejala ini akan menghilang.

Kafein adalah suatu stimulan yang berefek meningkatkan laju pernafasan, denyut jantung, tekanan darah dan sekresi dari hormon stres dan hormon lainnya. Dosis sedang kafein dapat meningkatkan metabolic energi expenditure (kecepatan metabolik tubuh) dalam beberapa jam, menstimulasi saluran cerna dan memberi efek diuretik (banyak kencing).

Sumber: www.kalbenutritionals.com

Minggu, 06 Juni 2010

Asap Rokok Perbodoh Otak Anak


Asap rokok yang terpaksa harus dihirup anak-anak dari udara yang tercemar, akan membuat mereka mengalami penurunan dalam prestasi di sekolah. Bahkan paparan yang rendah dari asap rokok di rumah dihubungkan dengan penurunan nilai dalam membaca dan matematika. Semakin besar paparan yang terjadi, semakin berat penurunan yang terjadi. Dan jutaan anak di dunia harus menghadapi masalah ini.

Penelitian ini dilakukan antara tahun 1988 hingga 1994 terhadap hampir 4.400 anak di Amerika Serikat. Untuk mengetahui besarnya paparan asap rokok yang didapat dari lingkungan, para peneliti melakukan pemeriksaan terhadap kadar dari Kotinin, yaitu suatu senyawa yang diperoleh dari hasil pemecahan Nikotin di dalam tubuh. Kotinin ini dapat diukur dalam darah, air seni, air liur dan rambut.

Anak-anak yang berusia antara 6 hingga 16 tahun ini, dimasukkan dalam penelitian ini jika dari hasil analisa kadar Kotinin darahnya sama atau kurang dari 15 ng/ml, suatu batas konsisten dari paparan asap rokok dalam udara. Selain itu mereka juga tidak menggunakan produk rokok apapun dalam lima hari sebelum penelitian dilakukan.

Kemudian anak-anak ini dilakukan pemeriksaan terhadap kemampuan kognitif dan akademik yang berhubungan dengan kemampuan matematika, logika, membaca dan pemberian alasan secara nalar.

Hasilnya, secara rata-rata terjadi penurunan satu nilai dalam membaca untuk setiap peningkatan kadar Kotinin dalam darah sebesar 1 ng/ml. Dan penurunan sebesar 5 nilai untuk tiap unit peningkatan kadar Kotinin darah dibawah 1 ng/ml. Ini menunjukkan bahwa paparan yang rendah dari asap rokok juga mempengaruhi fungsi otak.

Rokok bukan saja mempengaruhi fungsi otak, tapi hampir seluruh tubuh dipengaruhinya. Dan bukan saja fungsi otak pada anak-anak, tapi juga pada orang dewasa, karena racun yang dikeluarkan lebih berbahaya daripada racun pada asap kendaraan. (www.info-sehat.com)

Asap rokok Penyebab Resiko Keguguran


Wanita yang berusaha untuk hamil sebaiknya menjauhkan dirinya dari asap rokok. Walaupun tidak merokok, tapi menghirup asap rokok, akan membuatnya sulit hamil. Dan bila hamil, maka akan mudah mengalami keguguran pada hari-hari pertama kehamilannya.

Merokok memang telah diketahui berpengaruh buruk pada kesehatan. Tapi sebagai perokok pasif, yang sering terjadi pada wanita yang mempunyai suami perokok, selain berpengaruh buruk bagi kesehatannya, juga akan membuatnya sulit untuk mempunyai anak.

Penelitian di China pada 526 wanita yang tidak merokok tapi mempunyai suami perokok, lebih dari 20 batang rokok sehari, ternyata menunjukkan 80 persennya diantaranya mengalami keguguran dalam 6 minggu kehamilannya dibanding dengan wanita yang tidak mempunyai suami perokok. Sedang bila suami merokok tapi kurang dari 20 batang sehari, tetap menunjukkan adanya peningkatan risiko keguguran pada istrinya. Wanita dari suami perokok berat juga akan mengalami kesulitan untuk hamil.

Banyak dari wanita yang tidak menyadari bahwa mereka telah mengalami keguguran pada minggu-minggu pertama kehamilannya, dan mengira bahwa perdarahan yang terjadi hanya merupakan haid biasa. Keguguran itu diduga disebabkan karena efek toksik dari rokok yang mengganggu keseimbangan hormon-hormon kehamilan.

Sumber: American Journal of Epidemiology 

Nasib Perokok Pasif


Sekalipun tidak merokok, paparan asap rokok terhadap ibu menyusui dan bayi tetap dapat merusak kesehatannya. Perlu diketahui, jika seseorang merokok, itu berarti dia hanya menghisap asap rokoknya sekitar 15% saja, sedangkan 85% lainnya akan dilepaskan dan akhirnya dihisap oleh para perokok pasif. Badan kesehatan dunia (WHO) bahkan memperkirakan hampir sekitar 700 juta anak atau sekitar setengah dari seluruh anak di dunia ini, termasuk bayi yang masih menyusu pada ibunya, terpaksa menghisap udara yang sudah terpolusi oleh asap rokok. 

Kandungan nikotin di dalam rokok akan terserap dengan cepat dari saluran pernafasan ke aliran pembuluh darah ibu dan langsung ditransfer ke ASI dengan cara difusi. Jadi jika ada orang luar yang merokok di dekat bayi, maka selain nikotin tersebut terserap dari ASI ibu yang terpapar oleh asap rokok, juga akan diserap langsung melalui udara pernafasan si kecil. Nikotin dan bahan beracun asap rokok lainnya akan masuk ke saluran pernafasan bayi. Nikotin tersebut akan berakumulasi di tubuh bayi dan akhirnya membahayakan kesehatan si kecil. Gangguan pada bayi akibat adanya asap rokok antara lain berupa muntah, diare, kolik, denyut jantung meningkat, dan lain-lain.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa asap rokok yang terhirup oleh ibu menyusui dapat menghambat produksi ASI. Dalam waktu tiga bulan, terlihat berat badan bayi dari ibu yang perokok atau menghirup asap rokok, juga tidak menunjukkan pertumbuhan yang optimal.

Asap rokok yang terpaksa dihisap oleh perokok pasif ternyata mempunyai kandungan bahan kimia yang lebih tinggi dibandingkan dengan asap rokok yang diisap oleh si perokok. Asap rokok itu sendiri mengandung sekitar tiga ribu bahan kimia beracun yang di antaranya bersifat karsinogen (penyebab kanker). Jadi, tidak heran jika pengaruh asap rokok pada perokok pasif adalah tiga kali lebih buruk daripada debu dan batu bara. (www.info-sehat.com)

Senin, 31 Mei 2010

Aksi Simpatik HTTS 2010



Senin, 31 Mei 2010

Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) Tahun 2010, WHO mengangkat tema "Gender and Tobacco with an Emphasis on marketing to Women" dengan kesepakatan tema nasionalnya adalah "Gender dan Rokok dengan Penekanan Pemasaran pada Perempuan". Makna dari tema ini adalah meningkatkan perlindungan kesehatan bagi masyarakat khususnya kaum perempuan dari bahaya rokok melalui upaya pengendalian tembakau.


Pada peringatan HTTS tahun 2010, Kementerian Kesehatan RI mengadakan Aksi Simpatik untuk menarik perhatian dan menggaungkan kembali gerakan masyarakat terhadap penanggulangan masalah merokok. Aksi Simpatik ini bertujuan meningkatkan pemahaman, peranserta, dan kepedulian masyarakat dalam upaya pengendalian masalah rokok dan bahaya asap rokok. Acara dimulai pada pukul 09.00 - 10.30 dengan membagikan leaflet, selebaran, dan stiker bahaya rokok pada pengguna jalan yang melewati Bundaran Hotel Indonesia baik yang sedang berjalan kaki, berkendaraan dengan motor, mobil dan juga penumpang di bus umum.

Pesan pendukung yang diusung dalam acara ini adalah :

1. Gerakan perempuan untuk menciptakan rumah tanpa asap rokok.

2. Katakan tidak untuk merokok di dalam rumah!

3. Saatnya perempuan untuk mengatakan tidak untuk merokok

4. Perluas Kawasan Tanpa Rokok untuk kesehatan publik

5. Setiap 6 detik, 1 orang meninggal akibat merokok

Kegiatan aksi ini merupakan rangkaian acara peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) yang puncaknya akan diselenggarakan di Kota Padang Panjang hari ini. Mari bersama memerangi masalah merokok dan bahayanya untuk mewujudkan Indonesia sehat! (kps/www.promosikesehatan.com)

Sabtu, 29 Mei 2010

Rokok Herbal Belum Aman Dihisap


JAKARTA. Rokok herbal yang dianggap belum aman untuk dihisap. Meski beberapa orang percaya rokok tersebut mampu memberikan terapi terhadap pecandu zat adiktif dalam rokok, Kementerian Kesehatan (kemenkes) belum memberikan sinyal aman untuk menghisapnya.
Dirjen Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyahatan Lingkungan (P2PL), Tjandra Y. Aditama mengungkapkan, kemenkes belum melakukan penelitian khusus mengenai salah satu jenis rokok herbal yang telah beredar di Indonesia. "Memang sudah banyak yang memproduksi, tapi kami belum melihat dari segi kesehatannya," ungkap Tjandra.
Menurut dia, jika rokok tersebut masih mengandung zat beracun tetap dianggap tidak aman untuk dikonsumsi. Yang jelas, kata Tjandra, pihaknya perlu melakukan kajian terlebih dahulu untuk bisa memutuskan aman atau tidaknya rokok herbal dikonsumsi.
Sementara itu, Anggota Unit Rokok, Yayasan Kanker Indonesia, Prasenohadi mengatakan, rokok herbal belum memberikan solusi untuk pecandu rokok berat. Bahkan tetap memberikan efek samping pada perokok pasif. "Masalahnya, hal dilakukan tetap sama. Yakni membakar kertas dan mengeluarkan asap," ujar Pria yang akrab disapa Pras itu.
Kata Pras, jika terapi untuk berhenti merokok atau mengurangi jumlah rokok yang dihisap. Prinsip rokok herbal belum bisa diterima dalam prinsip kesehatan. Pasalnya, penyakit paru dan kanker tetap tak bisa dihindarkan apabila masyarakat memasukkan asap kedalam paru-parunya. "Walaupun beberapa zat didalam rokok bisa memberikan efek positif bagi tubuh," tambah pria yang juga menjabat sebagai Sekjen Perhimpunan Dokter Paru Indonesia itu.
Pras menjelaskan, rokok herbal memang belum banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. Meskipun banyak juga produsen rokok tersebut berasal dari daerah yang memang terkenal banyak memproduksi rokok. Misalnya Jawa Tengah dan Jawa Timur. (jpnn)

Apakah IMS itu ?

IMS (Infeksi Menular Seksual) sering juga disebut sebagai penyakit kelamin, yaitu penyakit-penyakit yang sebagian besar ditularkan melalui hubungan seksual.

Orang yang mengidap IMS memiliki resiko yang lebih besar untuk terinfeksi HIV, karena luka yang terbuka memberi jalan masuk bagi HIV.

Beberapa gejala IMS sebagai berikut :

  1. Adanya cairan yang keluar dari penis, vagina atau dubur. Terasa perih atau panas waktu buang air kecil dan/atau melakukan hubungan seksual
  2. Nyeri di bawah perut bagian bawah (wanita), buah pelir (laki-laki) serta pantat dan kaki. Pada wanita seringkali gejala ini tidak dirasakan, walaupun sebenarnya sudah terkena IMS
  3. Melepuh, lecet, kutil, ruam dan/atau pembengkakan di sekitar kelamin, alat kelamin dan/atau mulut
  4. Gejala seperti itu juga meliputi demam, pusing, nyeri otot dan/atau pembengkakan kelenjar

Jika Anda merasakan salah satu gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter atau layanan kesehatan terdekat.

Jumat, 28 Mei 2010

Program VCT


Layanan Konseling dan Testing Sukarela atau VCT (Voluntary Counseling and Testing) adalah program pencegahan sekaligus jembatan untuk mengakses layanan manajemen kasus (MK) dan CST (perawatan, dukungan dan pengobatan bagi ODHA). Layanan VCT harus mencakup konseling pre tes, tes HIV dan konseling post tes. Kegiatan tes dan hasil tes pasien harus dijalankan atas dasar prisnsip kesukarelaan dan kerahasiaan.

Pengertiian dasar layanan VCT :

  1. Klien datang secara sukarela, diberikan layanan konseling pre tes, dan secara sukarela bersedia dites HIV (atas kehendak sendiri tanpa paksaan atau manipulasi) ditandai dengan informed consent yang ditandatangani oleh pasien
  2. Percakapan antara klien dan konselor VCT serta hasil tes HIV bersifat rahasia, tidak boleh dibocorkan dalam bentuk dan cara apapun kepada pihak ketiga
  3. Berorientasi kepada klien serta menerapkan prinsip GIPA (Greater Involvement People Living with HIV/AIDS)

Program layanan VCT dimaksudkan membantu masyarakat terutama populasi beresiko dan anggota keluarganya untuk mengetahui status kesehatan yang berkaitan dengan HIV dimana hasilnya dapat digunakan sebagai bahan motivasi upaya pencegahan penularan dan mempercepat mendapatkan pertolongan kesehatan sesuai kebutuhan.

Tujuan program layanan VCT :

  1. Meningkatkan kesadaran populasi beresiko tentang status kesehatan HIV-nya
  2. Meningkatkan kesadaran populasi beresiko untuk membuat keputusan dan mempertahankan perubahan perilaku yang aman terhadap penularan HIV
  3. Meningkatkan jumlah populasi beresiko dan anggota keluarganya dalam upaya mencegah perluasan penularan HIV
  4. Membantu mereka yang teridentifikasi terinfeksi untuk segera mendapat pertolongan kesehatan sesuai kebutuhan

Target sasaran program layanan VCT :

  1. Pengguna Napza suntik (Penasun atau IDUs)
  2. Pasangan seks tetap dari IDUs yang bukan IDUs
  3. Pekerja seks perempuan langsung
  4. Pekerja seks perempuan tak langsung
  5. Pekerja seks laki-laki
  6. Gay atau LSL
  7. Waria penjaja seks
  8. Pelanggan dari pekerja seks perempuan atau laki-laki
  9. Pasagan tetap dari pelanggan PSK

Senin, 24 Mei 2010

Narkotika (Kanabis)



Semua bagian dari tanaman mengandung kanabioid psikoaktif. Tanaman kanabis biasanya dipotong, dikeringkan, dipotong kecil-kecil dan digulung menjadi rokok disebut joints. Akan mengikat pikiran dan dapat membuat pengguna ketagihan.

Bentuk yang paling poten berasal dari tanaman yang berbunga atau dari eksudat resin yang dikeringkan dan berwarna coklat-hitam yang berasal dari daun yang disebut hashish atau hash.

Ganja mengandung sejenis bahan kimia yang disebut delta-9-tetrahydrocannabinol (THT) yang bisa mempengaruhi suasana hati dan mempengaruhi cara orang tersebut melihat dan mendengar hal-hal disekitarnya. Menurut beberapa orang memakai sekali-kali tidak akan membuat ketagihan.

Ganja dianggap sebagai narkotika yang aman dibandingkan dengan putauw atau sabu. Kenyataannya sebagian besar pecandu narkoba memulai dengan mencoba ganja. Jika menggunakan ganja, maka pikiran akan menjadi lamban dan akan nampak bodoh dan membosankan.

Ganja dapat mempengaruhi konsentrasi dan ingatan, bahkan seringkali para pengguna ganja akan mencari obat-obatan yang lebih keras dan lebih mematikan.

Akibat lain ganja adalah : kehilangan konsentrasi, denyut nadi cenderung meningkat, keseimbangan dan koordinasi tubuh menjadi buruk, ketakutan, mudah panik, depresi, kebingungan dan halusinasi.

Ganja dikenal juga dengan sebutan marijuana, grass, pot weed, tea, mary jane, dll.

Nama lain untuk menggambarkan tipe kanabis dalam berbagai kekuatan adalah hemp, chasra, bhang, dagga, dinsemilla, ganja dan cimenk.

Minggu, 23 Mei 2010

Narkotika (Kokain)




Kokain adalah zat adiktif yang sering disalahgunakan dan merupakan zat yang sangat berbahaya. Kokain merupakan alkaloid yang didapat dari tanaman belukar Erythroxylon coca yang berasal dari Amerika Selatan, dimana daun dari tanaman belukar ini biasanya dikunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan efek stimulan.

Saat ini kokain masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksifnya juga membantu. Kokain diklarifikasikan sebagai suatu narkotik, bersama dengan morfin dan heroin karena efek adiktif dan efek merugikannya telah dikenali.

Efek yang ditimbulkan :

  1. Menjadi bersemangat, gelisah, tidak bisa diam, tidak nafsu makan, paranoid, lever terganggu
  2. Kokain mengakibatkan efek yang sangat kuat pada sistem saraf, pemakai kokain secara mental akan tergantung pada zat ini dan penggunaan yang teus-menerus dapat merusak otot jantung dan bahkan menyebabkan kematian
  3. Kokain sangat berbahaya karena perilaku yang menjerumus pada kekarasan merupakan efek langsung dari penggunaannya, bahkan sering menyebabkan impoten
  4. Berat badan menyusut, kejang-kejang, halusinasi, paranoid, kerusakan usus dan ginjal

Gejala pecandu yang putus obat, kecenderungan untuk bunuh diri. Orang yang mengalami putus kokain seringkali berusaha mengobati sendiri gejalanya dengan alkohol, sedatif, hipnotik atau obat antiansietas seperti Diazepam (Valium).

Nama lain untuk kokain : Snow, Coke, Girl, Lady, dan Crack (kokain dalam bentuk yang paling murni dan bebas basa untuk nendapatkan efek yang lebih kuat).

Sabtu, 22 Mei 2010

Narkotika (Opioid)




Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintesis maupun semi sentesis yang dapat menimbulkan pengaruh-pengaruh tertentu bagi mereka yang menggunakan dengan memasukkannya kedalam tubuh. Pengaruh tersebut berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit, rangsangan semangat, halusinasi atau timbulnya khayalan-khayalan yang menyebabkan efek ketergantungan bagi pemakainya.

Salah satu macam narkotika  adalah Opioid (Opiad).

Opioid atau opiad berasal dari kata opium, jus dari buah opium, Papaver somniverum, yang mengandung kira-kira 20 alkoloid opium, termasuk morfin. Nama opioid juga digunakan untuk opiad, yaitu suatu preparat atau derivat dari opium dan narkotik sintetik yang kerjanya menyerupai opiad tetapi tidak didapatkan dari opium.

Opiad alami lain atau opiad yang disintesis dari obat alami adalah Heroin (diacethylmorphine), Kodein (3-methoxy-morphine) dan Dilaudid (hydromorphone).

Bahan-bahan opioid yang sering disalahgunakan adalah :

  1. Candu, getah tanaman Papaver somniferum didapat dengan menyadap (menggores) buah yang hendak dimasak. Getah yang keluar berwarna putih dan dinamai "Lates".Getah ini dibiarkan mengering pada permukaan buah sehingga berwarna coklat kehitaman dan sesudah diolah akan menjadi suatu adonan yang menyerupai aspal lunak, inilah yang dinamakan candu mentah atau candu kasar. Candu kasar mengandung bermacam-macam zat aktif yang sering disalahgunakan. Candu masak warnanya coklat tua atau coklat kehitaman. Diperjualbelikan dalam kemasan kotak kaleng dengan berbagai macam cap, antara lain ular, tengkorak, burung elang, bola dunia, cap 999, anjing, dsb. Pemakaiannya dengan cara dihisap.
  2. Morfin, adalah hasil olahan dari opium/candu mentah. Morfin merupakan alkaloida utama dari opium (C17H19NO3). Morfin rasanya pahit berbentuk tepung halus berwarna putih atau dalam bentuk cairan berwarna. Pemakaiannya dengan cara dihisap dan disuntikkan.
  3. Heroin (Putauw), Heroin adalah obat bius yang sangat mudah membuat seseorang kecanduan karena efeknya sangat kuat. Obat ini biasa ditemukan dalam bentuk oil, bubuk dan juga dalam cairan. Seseorang yang sudah ketergantungan heroin biasa disebut juga "chasing the dragon". Heroin memberikan efek yang sangat cepat terhadap si pengguna, dan itu bisa secara fisik maupun mental. Dan jika orang itu berhenti mengkonsusi obat bius tersebut, dia akan mengalami rasa sakityang berkesinambungan.
  4. Heroin mempunyai kekuatan dua kali lipat dari morpin dan merupakan jenis opiad yang paling sering disalahgunakan orang akhir-akhir ini. Efek pemakaian heroin adalah : kejang-kejang, mual, hidung dan mata yang selalu berair, kehilangan nafsu makan dan cairan tubuh, mengantuk, cadel, bicara tidak jelas, tidak dapat berkonsentrasi. Sakaw atau sakit akibat putauw terjadi apabila si pecandu "putus"menggunakan putauw. Sebenarnya sakaw adalah salah satu bentuk detoksifikasi alamiah, yaitu membiarkan si pecandu melewati masa sakaw tanpa obat, selain didampingi dan dimotivasi untuk sembuh. Gejala sakaw adalah : mata dan hidung berair, tulang terasa ngilu, rasa gatal dibawa kulit seluruh tubuh, sakit perut/diare dan kedinginan. Tanda-tanda seseorang yang sedang ketagihan adalah : kesakitan dan kejang-kejang, kram perut dan menggelepar, gemetar dan muntah-muntah, hidung berlendir, mata berair, kehilangan nafsu makan, kekurangan cairan tubuh. Heroin disebut juga dengan nama putauw, putih, bedak, PT, etep, dll.
  5. Codein, merupakan garam/turunan dari opium/candu. Efek codein lebih lemah daripada heroin, dan potensinya untuk menimbulkan ketergantungan rendah. Biasanya dijual dalam bentuk pil atau cairan jernih. Cara pemakaiannya ditelan dan disuntikkan.
  6. Demerol. Nama lain dari Demerol adalah Meperidine atau Pethidine. Pemakaiannya dapat ditelan atau dengan suntikan. Demerol dijual dalam bentuk pil dan cairan tidak berwarna.
  7. Methadone. Saat ini Methadone banyak digunakan orang dalam pengobatan ketergantungan opioid. Antagonis opioid telah dibuat untuk mengobati overdosis opioid dan ketergantungan opioid. Kelas obat tersebut adalah Naloxone (Narcan), Naltrexone (Trexan), Nalorphine, Levalorphane dan Apomorphine. Sejumlah senyawa dengan aktifitas campuran agonis dan antagonis telah disintesis, dan senyawa tersebut adalah Pentazocine, Buprenorphine (Buprenex). Beberapa penelitian telah menemukan bahwa Buprenor efektif untuk ketergantungan opioid.

Efek yang ditimbulkan oleh opioid adalah :

  • Mengalami pelambatan dan kekacauan pada saat berbicara
  • Kerusakan penglihatan pada malam hari
  • Mengalami keruakan pada liver dan ginjal
  • Peningkatan resiko terkena HIV dan virus hepatitis serta penyakit infeksi lainnya
  • Penurunan hasrat dalam hubungan seks dan kebingungan dalam identitas seksualnya
  • Kematian karena overdosis

Gejala putus obat dari ketergantungan opioid adalah :

  • Kram otot parah dan nyeri tulang, diare berat, kram perut, rinorea lakrimasipiloereksi, menguap, demam, dilatasi pupil, hipertensi, takikardia, disregulasi temperatur, termasuk pipotermia dan hipertermia.
  • Seseorang dengan ketergantungan opioid jarang meninggl akibat putus opioid, kecuali orang tersebut memiliki penyakit fisik dasar yang parah, seperti penyakit jantung.
  • Gejala residual seperti insomnia, bradikardia, disregulasi temperatur, dan kecanduan opiad mungkin menetap selama sebulan setelah putus zat. Pada tiap waktu selama sindroma abstinensi, suatu suntikan tunggal morfin atau heroin menghilangkan semua gejala. Gejala penyerta putus opioid adalah kegelisahan dan irritabilitas.

Kamis, 20 Mei 2010

Psikotropika




Adalah zat/obat yang dapat menurunkan aktifitas otak atau merangsang susunan saraf pusat dan menimbulkan kelainan perilaku, disertai dengan timbulnya halusinasi (mengkhayal), ilusi, gangguan cara berpikir, perubahan alam perasaan dan dapat menyebabkan ketergantungan serta mempunyai efek stimulasi (merangsang) bagi para pemakainya.

Jenis-jenis yang termasuk psikotropika :

Ekstasi

adalah salah satu obat bius yang dibuat secara ilegal di sebuah laboratorium dalam bentuk tablet atau kapsul. Ekstasi dapat membuat tubuh si pemakai memiliki energi yang lebih dan juga bisa mengalami dehidrasi yang tinggi, sehingga akibatnya dapat membuat tubuh kita untuk terus bergerak. Beberapa orang yang mengkonsumsi ekstasi ditemukan meninggal karena terlalu banyak minum air akibat rasa haus yang amat sangat.

Efek yang ditimbulkan, antara lain : diare, rasa haus yang berlebihan, hiperaktif, sakit kepala dan pusing, menggigil yang tidak terkontrol, detak jantung yang cepat dan sering, mual disertai muntah-muntah atau hilangnya nafsu makan, gelisah/tidak bisa diam, pucat dan keringat, dehidrasi, mood berubah. Akibat jangka panjangnya adalah kecanduan, syaraf otak terganggu, gangguan liver, tulang dan gigi keropos.

Ekstasi dikenal dengan sebutan inex, l, kancing, dll.

Sabu-sabu

Nama aslinya methamphetamine. Berbentuk kristal seperti gula atau bumbu penyedap makanan. Jenisnya antara lain gold river, coconut dan kristal, sekarang ada yang berbentuk tablet. Obat ini dapat ditemukan dalam bentuk kristal dan tidak mempunyai warna maupun bau, maka disebut juga ice.

Dikonsumsi dengan cara membakarnya diatas aluminium foil sehingga mengalir dari ujung satu ke ujung yang lain. kemudian asap yang ditimbulkannya dihirup dengan sebuah bong (sejenis pipa yang didalamnya berisi air). Air bong tersebut berfungsi sebagai filter karena asap tersaring pada waktu melewati air tersebut. Ada sebagian pemakai yang memilih membakar sabu-sabu dengan pipa kaca karena takut efek jangka panjang yang mungkin ditimbulkan aluminium foil yang terhirup.

Efek yang ditimbulkan : menjadi semangat, gelisah dan tidak bisa aman, tidak bisa tidur, tidak bisa makan, paranoid, gangguan hati (liver). Efek jangka panjang : fungsi otak terganggu dan bisa berakhir dengan kegilaan.

Gejala pecandu yang putus obat, yaitu : cepat marah, tidak tenang, cepat lelah, tidak bersemangat ingin tidur terus.

Sabu-sabu juga dikenal dengan istilah Glass, Quartz, Hirropon, Ice Cream, dll.

Selasa, 18 Mei 2010

Mengenal Tes HIV


Tes HIV adalah suatu tes yang digunakan untuk memastikan apakah seseorang sudah positif terinfeksi HIV atau tidak, yaitu dengan mendeteksi adanya antibodi HIV di dalam sampel darahnya.

Bila seseorang dalam hidupnya pernah melakukan hal-hal beresiko tinggi, maka penting bagi dirinya untuk segera melakukan tes HIV, sehingga bisa lebih menjaga perilaku selanjutnya demi kesehatan dirinya sendiri dan pasangannya, serta (calon) anak-anaknya kelak.

Tes  HIV juga berguna untuk mengetahui perkembangan/penyebaran kasus HIV/AIDS serta untuk meyakinkan bahwa darah untuk transfusi dan organ untuk transplantasi tidak terinfeksi HIV.

Tes HIV harus bersifat :

  1. Sukarela, artinya seseorang yang akan melakukan tes HIV haruslah berdasarkan atas kesadarannya sendiri, bukan paksaan/tekanan orang lain
  2. Wajib/mandatory, bila seseorang ingin menyumbangkan darah atau organ/jaringan tubuh
  3. Rahasia, artinya apapun hasil tes ini nantinya (baik positip maupun negatip) hanya boleh diberitahu langsung kepada orang yang bersangkutan

Jika seseorang terinfeksi oleh suatu virus, maka tubuhnya akan memproduksi antibodi untuk melawan infeksi tersebut. Antibodi ini diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh. Antibodi jauh lebih mudah dideteksi daripada virusnya.

Sebagian besar tes antibodi HIV mendeteksi antibodi terhadap HIV dalam sampel darah. Jika tidak ada antibodi yang terdeteksi, hasilnya adaalah seronegatip atau HIV negatip. Sebaliknya, jika ada antibodi terhadap HIV, berarti hasilnya seropositip atau HIV positip.

Walaupun demikian, suatu tes bisa saja memberi hasil negatip bila orang yang di-tes baru saja terinfeksi. Hal ini daat terjadi karena tubuh kita membutuhkan waktu beberapa minggu untuk mulai menghasilkan antibodi sejak terjadinya infeksi. Antibodi biasanya dapat dideteksi sekitar 3-8 minggu setelah terinfeksi, dan masa ini disebut periode jendela (window period). Dalam masa seperti ini, bisa saja seseorang mendapatkan hasil tes negatip karena antibodinya belum terbentuk sehingga belum dapat dideteksi, tetapi ia sudah dapat menularkan HIV pada orang lain.

HIV dan AIDS



HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menurunkan kekebalan tubuh manusia dan termasuk golongan retrovirus yang terutama ditemukan di dalam cairan tubuh seperti darah, cairan mani, cairan vagina dan air susu ibu.

AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah sekumpulan gejala penyakit yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh. AIDS disebabkan oleh infeksi HIV. Akibat menurunnya kekebalan tubuh, timbul berbagai penyakit oportunistik seperti TBC,  kandidiasis, berbagai radang pada kulit, paru, saluran pencernaan, otak dan kanker.

Pengidap HIV positip adalah seseorang yang telah terinfeksi virus HIV, dapat menularkan penyakitnya walaupun sehat dan tidak menunjukkan gejala penyakit apapun.

Penderita AIDS adalah seseorang yang menunjukkan tanda-tanda dari sekumpulan gejala penyakit yang memerlukan pengobatan setelah sekian waktu terinfeksi HIV.

Perjalanan waktu sejak seseorang tertular HIV hingga menderita AIDS dapat berlangsung lama, yaitu antara 5 sampai 10 tahun.

Cara penularan :

  1. Lewat darah
  2. Lewat cairan mani dan cairan vagina
  3. Lewat Air Susu Ibu

HIV tidak ditularkan dengan cara berikut :

  1. Berpelukan, berjabat tangan
  2. Pemakaian WC, wastafel atau kamar mandi bersama
  3. Berenang di kolam renang
  4. Gigitan nyamuk atau serangga lain
  5. Membuang ingus, batuk atau meludah
  6. Pemakaian piring, alat makan/minum atau makan bersama-sama

Pencegahan penularan :

  1. Menghindari hubungan seks di luar nikah/berganti-ganti pasangan
  2. Pemakaian kondom pada mereka yang mempunyai pasangan HIV positip
  3. Menggunakan jarum suntik dan alat tusuk lainnya yang terjamin sterilitasnya
  4. Skrining darah donor
  5. Perempuan dengan HIV positip agar tidak hamil dan bila hamil mengikuti program pencegahan HIV dari ibu ke anak

Secara umum, tanda-tanda utama yang terlihat pada seseorang yang sudah sampai pada tahapan AIDS adalah :

  1. Berat badan menurun lebih dari 10% dalam waktu singkat (kurang lebih enam bulan)
  2. Demam tinggi berkepanjangan (lebih dari satu bulan)
  3. Diare berkepanjangan (lebih dari satu bulan)

Sedangkan gejala-gejala tambahan berupa :

  1. Batuk berkepanjangan (lebih dari satu bulan)
  2. Kelainan kulit dan iritasi (gatal)
  3. Infeksi jamur pada mulut dan kerongkongan
  4. Pembekakan kelenjar getah bening di seluruh tubuh, seperti di bawah telinga, leher, ketiak dan lipatan paha

Bagaimana melindungi diri dari infeksi HIV ?.

  1. Tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah
  2. Setelah menikah, setialah pada pasangan anda
  3. Gunakan kondom apabila pasangan anda adalah penderita HIV positip
  4. Janganlah melakukan hubungan seks dengan orang yang berperilaku seks beresiko, misalnya pekerja seks
  5. Janganlah terlibat narkoba dan pemakaian jarum suntik bersama-sama

Senin, 17 Mei 2010

Posyandu

Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) merupakan salah satu bentuk upaya pelayanan kesehaan yang dilaksanakan oleh, dari dan bersama masyarakat untuk memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat guna memperoleh pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak balita.

Kegiatan Posyandu terdiri dari :

  1. Kegiatan Utama, sekurang-kurangnya mencakup 5 (lima) kegiatan, yaitu : Kesehatan Ibu dan Anak, Keluarga Berencana, Imunisasi, Gizi dan Pencegahan dan Penanggulangan Diare
  2. Kegiatan Pengembangan/Pilihan, dapat menambah kegiatan baru disamping lima Kegiatan Utama tersebut, misalnya : Bina Keluarga Balita (BKB), Penemuan Dini dan Pengamatan Penyakit Potensial KLB, dsb

Sasaran Posyandu adalah semua anggota masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan dasar, terutama :

  1. Bayi dan anak balita
  2. Ibu hamil, ibu nifas dan ibu menyusui
  3. Pasangan usia subur
  4. Pengasuh anak

Posyandu berlokasi di setiap desa/kelurahan/nagari. Bila diperlukan dan memiliki kemampuan dimungkinkan untuk didirikan di RW atau dusun. Tempat penyelenggaraan kegiatan Posyandu sebaiknya berada pada lokasi yang mudah dijangkau oleh masyarakat.

Kegiatan Posyandu dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam sebulan. Apabila diperlukan hari buka Posyandu dapat lebih dari 1 (satu) kali dalam sebulan. Hari dan waktu yang dipilh sesuai dengan hasil kesepakatan.

Pola pelayanan Posyandu sebagai berikut :

  1. Meja I : Pendaftaran, dilakukan oleh kader
  2. Meja II : Penimbangan dan pemantauan tumbuh kembang, dilakukan oleh kader
  3. Meja III : Pengisian KMS atau buku KIA, dilakukan oleh kader
  4. Meja IV : Penyuluhan (KIA, tumbuh kembang anak, gizi, dll), dilakukan oleh kader
  5. Meja V : Pelayanan dan konseling kesehatan (imunisasi, KIA-KB, gizi, dll), dilakukan oleh petugas kesehatan

Senin, 10 Mei 2010

Sudah benarkah cuci tangan Anda ?.


Mencuci tangan yang benar harus menggunakan sabun dan dibawah air yang mengalir.

Sedangkan langkah-langkah teknik mencuci tangan yang benar adalah sebagai berikut.

  • Basahi tangan dengan air di bawah kran atau air mengalir.
  • Ambil sabun cair secukupnya untuk seluruh tangan. Akan lebih baik bila sabun mengandung antiseptik.
  • Gosokkan kedua telapak tangan.
  • Gosokkan sampai ke ujung jari.
  • Telapak tangan tangan menggosok punggung tangan kiri (atau sebaliknya) dengan jari-jari saling mengunci (berselang-seling) antara tangan kanan dan kiri. Gosok sela-sela jari tersebut. Lakukan sebaliknya.
  • Letakkan punggung jari satu dengan punggung jari lainnya dan saling mengunci.
  • Usapkan ibu jari tangan kanan dengan telapak kiri dengan gerakan berputar. Lakukan hal yang sama dengan ibu jari tangan kiri.
  • Gosok telapak tangan dengan punggung jari tangan satunya dengan gerakan kedepan, kebelakang dan berputar. Lakukan sebaliknya.
  • Pegang pergelangan tangan kanan dengan tangan kiri dan lakukan gerakan memutar. Lakukan pula untuk tangan kiri.
  • Bersihkan sabun dari kedua tangan dengan air mengalir.
  • Keringkan tangan dengan menggunakan tissue dan bila menggunkan kran, tutup kran dengan tissue.

Mengeringkan dengan tissue lebih baik dibandingkan mengeringkan tangan menggunakan mesin pengering tangan yang umum ada di mal. Karena mesin pengering tangan yang dipakai secara umum menampung banyak bakteri yang dapat menularkan ke orang lain.

Mencuci tangan umumnya dilakukan saat sebelum makan, sebelum menyiapkan makanan, setelah memegang daging mentah, sebelum dan setelah menyentuh orang sakit, sesudah menggunakan kamar mandi, setelah batuk atau bersin atau membuang ingus, setelah mengganti popok atau pembalut, sebelum dan setelah mengobati luka, setelah membersihkan atau membuang sampah, setelah menyentuh hewan atau kotoran hewan.

Anda juga sebaiknya mengajarkan kebiasaan baik mencuci tangan ini kepada anak Anda yang masih kecil. Seorang anak senang sekali mempelajari dan menyentuh segala sesuatu tanpa tahu apakah benda tersebut kotor atau tidak. Lalu memasukkan tangannya ke dalam mulut atau memakan makanan tanpa mencuci tangan. Akibatnya sang anak dapat menderita penyakit. 

Penyakit seperti diare, cacingan, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), TBC bahkan penyakit yang mematikan seperti SARS, flu burung (H5N1) dan flu babi (H1N1) dapat dicegah dengan mencuci tangan secara benar. Sayangnya, banyak orang yang meremahkan kebiasaan sehat ini dan mengganggapnya tidak penting. Padahal dengan membiasakan mencuci tangan dengan baik, hidup Anda dan keluarga dapat lebih sehat.

Senin, 03 Mei 2010

Desa Siaga

Desa siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan secara mandiri.

Tujuan desa siaga adalah terwujudnya masyarakat desa yang sehat serta peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayahnya.

Syarat menjadi desa siaga, yaitu :

  1. Ada Forum Masyarakat Desa (FMD)
  2. Adanya pelayanan kesehatan dasar
  3. Adanya Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM)
  4. Ada pengamatan kesehatan terus-menerus dilakukan masyarakat
  5. Ada pembinaan dari Puskesmas yang mampu memberikan pelayanan kegawatdaruratan bagi ibu dan bayi
  6. Ada sistem siaga terhadap bencana oleh masyarakat
  7. Ada pembiayaan kesehatan berbasis masyarakat
  8. Mempunyai lingkungan yang sehat
  9. Masyarakat ber-Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Tahapan / tingkatan desa siaga :

  1. Desa Siaga Bina : memenuhi kriteria 1-3
  2. Desa Siaga Tumbuh : memenuhi kriteria 1-5
  3. Desa Siaga Kembang : memenuhi kriteria 1-7
  4. Desa Siaga Paripurna : memenuhi semua kriteria

Desa Siaga ditandai dengan adanya Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), yaitu UKBM yang dibentuk di desa / kelurahan dalam rangka menyediakan / mendekatkan pelayanan kesehatan dasar (promotif, preventif dan kuratif) bagi masyarakat dengan melibatkan kader atau tenaga sukarela lainnya. Tenaga Poskesdes sekurang-kurangnya 2 Bagas (Pembantu Bagas) dengan seorang Bidan Desa selaku pembina Desa Siaga.

Minggu, 02 Mei 2010

3M Plus


Meskipun zaman semakin maju dan mulai berkembangnya berbagai macam penyakit degeneratif, namun bukan berarti penyakit-penyakit lama sudah dapat diatasi. Diantara sekian banyak penyakit yang dari dulu selalu menjadi sorotan adalah penyakit-penyakit yang ditularkan melalui perantara nyamuk.

Penyakit-penyakit yang ditularkan melalui perantara nyamuk antara lain Demam Berdarah Dengue (DBD), Chikungunya, Malaria, Filariasis (Kaki Gajah). Sebenarnya sangat mudah melakukan pencegahan terhadap penyakit-penyakit tersebut, yang dibutuhkan hanyalah perilaku hidup bersih dan sehat dari tiap-tiap individu akan kebersihan lingkungan sekitar melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

PSN merupakan kegiatan memberantas telur, jentik dan kepompong nyamuk penular berbagai penyakit seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), Chikungunya, Malaria, Filariasis (Kaki Gajah) di tempat-tempat perkembangbiakannya.

PSN dilakukan dengan cara 3M Plus, yaitu :

  1. Menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, tatakan kulkas, tatakan pot bunga, tempat air minum burung, dsb
  2. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti lubang bak kontrol, lubang pohon, lekukan-lekukan yang dapat menampung air hujan, dsb
  3. Mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air seperti ban bekas, plastik-plastik yang dibuang sembarangan (bekas botol/gelas, plastik kresek), dsb

Plus menghindari gigitan nyamuk, yaitu :

  1. Menggunakan kelambu ketika tidur
  2. Memakai obat yang dapat mencegah gigitan nyamuk, misalnya obat nyamuk bakar, semprot, oles/usap ke kulit, dll
  3. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam kamar
  4. Mengupayakan pencahayaan dan ventilasi yang memadai
  5. Memperbaiki saluran dan talang air yang rusak
  6. Menaburkan larvasida (bubuk pembunuh jentik) di tempat-tempat yang sulit dikuras misalnya di talang air atau di daerah sulit air
  7. Memelihara ikan pemakan jentik di kolam/bak penampungan air, misalnya ikan cupang, ikan nila, dll
  8. Menanam tumbuhan pengusir nyamuk, misalnya Zodia, Lavender, Rosemerry, dll

Memberantas jentik di rumah merupakan salah satu indikator PHBS dalam rangka mewujudkan rumah tangga sehat. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati, ayo kita sukseskan gerakan 3M Plus !.....